Kalau kamu pecinta sepak bola, apalagi penggemar Premier League, pasti nggak asing lagi sama nama Alisson Becker. Ia adalah kiper utama Liverpool dan juga penjaga gawang andalan timnas Brasil. Bukan cuma soal penampilan di lapangan yang konsisten, tapi juga soal ketenangan, refleks luar biasa, dan peran pentingnya dalam membentuk lini pertahanan modern.
Alisson Becker bukan tipe kiper biasa. Ia bisa disebut sebagai salah satu simbol revolusi gaya bermain penjaga gawang di era sepak bola modern. Sosoknya nggak banyak gaya, tapi punya dampak besar di setiap pertandingan. Buat yang penasaran siapa sebenarnya Alisson, gimana perjalanan kariernya, dan kenapa ia jadi begitu dihormati, yuk kita bahas lebih dalam.
Awal Karier Alisson Becker di Brasil
Alisson Becker lahir di Novo Hamburgo, Brasil. Dari kecil, ia sudah akrab dengan dunia sepak bola. Keluarganya juga mencintai olahraga ini. Bahkan kakaknya, Muriel Becker, juga seorang penjaga gawang. Jadi, bisa dibilang dunia kiper memang sudah mendarah daging dalam keluarga mereka.
Karier profesional Alisson dimulai di klub Internacional. Di sana, dia nggak langsung jadi pilihan utama. Tapi dengan kerja keras dan disiplin tinggi, akhirnya ia mendapatkan tempat di tim utama. Perlahan, performanya mulai mencuri perhatian klub-klub Eropa.
Salah satu hal yang membuat Alisson Becker menonjol sejak awal adalah kepercayaan dirinya. Bahkan saat menghadapi tekanan besar, ia tetap tampil tenang dan fokus. Kualitas ini jadi bekal penting dalam perjalanannya ke level tertinggi sepak bola dunia.
Baca Juga: Bulan Sutena: Karier, Usia, dan Perjalanan Populer di Medsos
Pindah ke Eropa dan Bersinar di AS Roma
Langkah besar dalam karier Alisson Becker terjadi saat ia pindah ke AS Roma di Serie A. Meski awalnya menjadi pelapis Wojciech Szczęsny, Alisson tetap menunjukkan kesabaran dan komitmen untuk belajar. Setelah Szczęsny pindah ke Juventus, barulah Alisson mendapat kesempatan tampil secara reguler.
Musim pertamanya sebagai kiper utama Roma langsung mencuri perhatian. Ia menunjukkan kemampuan luar biasa, mulai dari refleks cepat, penyelamatan jarak dekat, hingga penguasaan bola dengan kaki. Bahkan banyak pengamat menyebutnya sebagai kiper paling tenang di Italia saat itu.
Ketenangan Alisson Becker di bawah mistar dan kemampuannya dalam membaca arah serangan membuatnya jadi incaran banyak klub besar. Dan akhirnya, tawaran dari Premier League datang.
Baca Juga: Profil Lengkap Agatha Chelsea, Artis Multitalenta Indonesia
Alisson Becker dan Kebangkitan Liverpool
Liverpool mendatangkan Alisson Becker pada tahun 2018 dengan harga yang saat itu menjadi rekor dunia untuk seorang penjaga gawang. Banyak yang bertanya-tanya, apakah dia bisa memenuhi ekspektasi? Jawabannya langsung terlihat di musim pertamanya.
Begitu Alisson masuk, lini belakang Liverpool berubah total. Bersama Virgil van Dijk, ia membentuk pertahanan yang solid. Penampilan Alisson Becker begitu konsisten, jarang bikin blunder, dan sangat tenang bahkan di pertandingan penting.
Musim 2018–2019 jadi bukti nyata peran besar Alisson. Liverpool meraih gelar Liga Champions setelah bertahun-tahun puasa trofi besar. Alisson jadi pahlawan di final, dan sepanjang musim ia mencatat banyak clean sheet.
Setelah itu, performa Liverpool makin menggila. Mereka akhirnya mengakhiri penantian panjang untuk menjuarai Premier League di musim 2019–2020. Lagi-lagi, kontribusi Alisson Becker sangat terasa. Ia bukan cuma sekadar kiper, tapi juga pemimpin dari belakang.
Baca Juga: Anya Geraldine: Tinggi Badan, Usia & Kehidupan Pribadi
Gaya Bermain yang Kalem tapi Mematikan
Kalau ngomongin soal gaya main, Alisson Becker punya pendekatan yang sangat khas. Ia sangat tenang dalam mengambil keputusan. Mau itu duel satu lawan satu atau menjemput bola lambung, dia selalu terlihat percaya diri. Banyak kiper yang panik dalam situasi krusial, tapi Alisson justru kelihatan seperti sedang santai.
Salah satu kekuatannya adalah penempatan posisi. Ia jarang melakukan penyelamatan akrobatik karena biasanya sudah berada di posisi yang tepat untuk menghalau bola. Ini menunjukkan betapa cerdasnya dia dalam membaca permainan.
Selain itu, kemampuan distribusinya juga sangat baik. Ia bisa mengirim umpan pendek yang presisi ke bek atau langsung mengarahkan bola ke lini depan. Dalam sistem permainan Jurgen Klopp yang menuntut build-up cepat, kemampuan ini sangat krusial.
Jadi, bisa dibilang Alisson Becker adalah paket lengkap. Refleks, positioning, distribusi bola, dan mental juara semuanya ada dalam satu sosok.
Baca Juga: Ghea Indrawari: Lagu, Usia, dan Perjalanan Karier
Kiprah Alisson di Timnas Brasil
Di level internasional, Alisson Becker juga jadi pilihan utama di bawah mistar timnas Brasil. Ia bersaing dengan Ederson Moraes, yang juga tampil gemilang di Manchester City. Tapi dalam beberapa turnamen besar, Alisson tetap jadi andalan pelatih.
Penampilannya di Copa America 2019 sangat impresif. Brasil keluar sebagai juara, dan Alisson hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Ia juga mencatat banyak clean sheet dan dinobatkan sebagai kiper terbaik turnamen tersebut.
Meski persaingan dengan Ederson terus berlangsung, Alisson tetap menunjukkan sikap profesional dan rendah hati. Ia tak pernah menimbulkan polemik, selalu siap saat dipanggil, dan selalu tampil optimal untuk negaranya.
Momen Ikonik: Gol Sundulan Sang Penjaga Gawang
Salah satu momen paling ikonik dalam karier Alisson Becker adalah saat ia mencetak gol dengan sundulan. Ya, kamu nggak salah baca. Seorang kiper mencetak gol penentu kemenangan lewat sundulan kepala di menit akhir.
Itu terjadi di musim 2020–2021, saat Liverpool sedang berjuang meraih tiket Liga Champions. Di laga melawan West Brom, Alisson maju ke kotak penalti lawan di menit-menit akhir. Siapa sangka, sundulannya justru menjadi gol kemenangan.
Gol itu sangat emosional. Setelah pertandingan, Alisson menangis dan mendedikasikan gol itu untuk sang ayah yang baru saja meninggal. Itu jadi momen langka dalam dunia sepak bola, dan memperlihatkan sisi emosional dari seorang pemain yang biasanya tampil tenang dan dingin.
Karakter dan Kehidupan Pribadi
Selain jago di lapangan, Alisson Becker juga dikenal sebagai pribadi yang religius, rendah hati, dan sangat mencintai keluarganya. Ia sering menunjukkan rasa syukur dan selalu menjaga sikap, baik di depan media maupun di luar sorotan.
Ia juga aktif dalam kegiatan amal dan peduli terhadap isu-isu sosial. Alisson menggunakan platformnya sebagai atlet global untuk menyuarakan hal-hal positif. Banyak fans yang mengaguminya bukan cuma karena skill, tapi juga karena kepribadiannya yang positif.
Istrinya, Natalia Loewe Becker, adalah seorang dokter. Bersama, mereka menjalankan misi sosial untuk meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan di komunitas yang membutuhkan.
Penghargaan dan Rekor Pribadi
Sepanjang kariernya, Alisson Becker telah meraih banyak penghargaan bergengsi. Beberapa di antaranya adalah:
-
FIFA Best Goalkeeper
-
Yashin Trophy (kiper terbaik Ballon d’Or)
-
Premier League Golden Glove
-
Kiper Terbaik Copa America
-
Masuk dalam FIFPro World XI
-
Banyak gelar bersama Liverpool seperti Liga Champions, Premier League, FA Cup, dan lainnya
Rekor clean sheet-nya pun luar biasa. Ia kerap jadi pemimpin dalam statistik penyelamatan penting dan distribusi bola akurat. Semua itu jadi bukti bahwa ia layak disebut salah satu kiper terbaik dunia saat ini.
Masa Depan Alisson di Liverpool dan Brasil
Dengan kontrak yang masih panjang di Liverpool, tampaknya Alisson Becker akan terus menjadi sosok penting di tim untuk beberapa tahun ke depan. Klub pun tampak sangat menghargai kontribusinya, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Di timnas Brasil, selama ia tetap fit dan konsisten, posisinya tetap kuat. Apalagi dengan pengalaman dan jam terbang tinggi, Alisson bisa jadi panutan bagi generasi baru penjaga gawang Brasil.
Kemungkinan besar, setelah pensiun nanti, Alisson akan tetap berkecimpung di dunia sepak bola. Entah sebagai pelatih kiper atau duta olahraga. Dengan pengaruh dan wawasannya, dia pasti masih bisa berkontribusi besar.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Buat anak-anak muda yang bermimpi jadi penjaga gawang, Alisson Becker adalah contoh nyata bahwa kesuksesan datang dari kerja keras, ketenangan, dan dedikasi tinggi. Ia bukan sosok flamboyan, tapi selalu tampil maksimal dan konsisten.
Ia juga menunjukkan bahwa menjadi kiper bukan cuma soal menahan bola, tapi juga jadi bagian penting dalam membangun permainan tim. Cara dia membaca permainan dan mengatur pertahanan jadi pelajaran penting bagi generasi kiper modern